Tuesday, April 23, 2013

Happy B'day Bunda Maha Cundhi ^.^


Nama Bodhisattva Cundi Cundhi Saptakoti-Buddhaphagavati atau biasa disingkat Bodhisattva Cundi, diambil dari Bahasa Sansekerta. Terjemahannya bermacam versi.
Maha Bodhisattva ini dikenal secara populer oleh Umat Buddha mahayana, dikarenakan Mantranya yang dinamai Mantra Cundi.

Beliau juga dinamai "Sang Kuan Yin Pelatih Kehidupan Spiritual agar dapat masuk ke alam surga" oleh umat Buddha Sekte Dhyana.

Mantranya yang dinamai Mantra Cundi telah diajarkan secara luas dan sangat populer.
Terdapat 9 (sembilan) lukisan mengenai Maha Bodhisattva Cundi ini. Beberapa dari lukisan atau rupangnya, ada yang mempunyai dua tangan, empat tangan, bahkan ada yang mempunyai 84 tangan. Umumnya umat Buddha memuja lukisan atau rupangnya yang bertangan 18 dan bermata tiga.

Dalam rupang atau lukisannya, tiap tangannya bersikap bermacam-macam. Ada yang sedang memberikan berkah, memegang pedang atau tasbih, atau memegang alat untuk menghaluskan dan mencampur obat-obatan yang berhiaskan intan berlian. Bila melihat rupang atau lukisan Bodhisattva ini, beberapa umat Buddha sering salah mengerti. Mereka menyangka itu lukisan Bodhisattva Avalokitesvara, yang dikenal dengan nama "Sahasrabhuja aryavalokitesvara".
Sebenarnya terdapat mata yang jumlahnya 27 dan 40 tangan (jika ditambah dengan satu tangan yang sikapnya mencakup kedua telapak tangan menjadi satu, dan satu tangan lagi yang sikapnya sedang memberikan berkah), maka jumlah tangannya menjadi 42.

Banyak yang sulit membedakan Maha Cundhi dengan Bodhisatva Aryavalokitesvara karena Mereka memiliki persamaan yang cukup sama dan sulit di bedakan, yaitu bertangan dan bermata banyak.

Mantra dari Maha Cundi yang berartikan langsung "Hati Ibu dari 7 Koti Para Buddha" sudah terkenal sangat ampuh dan bermanfaat, hanya dijapa dan di lafalkan dalam jangka waktu singkat, namun sudah sangat terasa manfaat nya. 

Apabila para sadhaka dapat melafalkan mantra ini melebihi 200.000x, akan bermimpi bertemu Maha Cundhi Bodhisatva dan para Buddha.
Apabila para sadhaka dapat melafalkan mantra ini dengan tulus melebihi 800.000x, semua karma-karma membunuh yang berat dari kehidupan lampau akan sirna dan terlenyapkan. Setelah meninggal, akan memiliki kesempatan bertemu Buddha dan mendapatkan Dharma langsung dari para Buddha, sehingga dengan cepat akan mencapai Pencerahan. 
Hidup akan terhindar dari bahaya api air, bertemu ular dan binatang mematikan lain akan aman dan di lindungi para Bodhisatva. 

Namun ingat, itu semua bukan lah janji, namun itu sudah terbukti dari para sadhaka yang benar-benar tulus menjapa nya. Apakah anda menginginkan efek seperti itu? Anda perlu bertanya dulu sudah kah benar-benar tulus? 
Saya perlu ingatkan, semua itu bisa dikatakan sebagai semacam pemberkatan dari Yang Atas saja, kita sebagai sadhaka hendak nya benar-benar tulus dan tidak terlalu mengharapkan hal seperti itu. Anda tulus menghormati dan menjalankan ajaran Buddha, otomatis anda akan di lindungi, bukankah begitu? 


Dalam rangka menyambut ulang tahun Bunda Maha Cundhi Bodhisatva (tanggal 25/4), mari kita bersama-sama menjapa mantra Maha Cundhi Bodhisatva... Dan boleh menjerit sekuat-kuatnya dalam hati (Happy B'day Bunda Maha Cundhi).... ^.^


Mantra Maha Cundhi Bodhisatva:
"Namah Saptanam Samyak-Sambuddha Kotinam Tadyata Om Cale Cule Cundi Svaha"

Maha Chundi Bodhisatva Picture.

(Kanan Kiri sama)

Maha Mudra Of Maha Cundhi Bodhisatva

Sadhaka? Wajib Berbakti


Dalam Buddhist Tantrayana, sudah kita ketahui bahwa sila tertinggi nya adalah "berbakti terhadap GURU".
Nah, mengapa kita duluan harus berbakti kepada guru dan bukan langsung kepada Buddha? Menghormati Buddha bukankah yang terbaik? Bukankah Para Buddha adalah yang tertinggi? 

Banyak para sadhaka mempunyai pertanyaan seperti ini di hati nya, namun tidak tahu bertanya kemana. Tentu sebagaimana kita ketahui di ajaran Buddhist tentunya para Buddha adalah yang tertinggi. Tapi dalam Tantrayana, apabila tidak ada Guru, dari mana anda akan mengenal Buddha? Tanpa guru, apakah anda bisa menjadi seorang sadhaka? Tanpa guru, bagaimana mendapatkan Dharma? Maka dari itu, sebelum anda menghormati Buddha, terlebih dahulu menghormati Guru. Sebelum anda berbakti terhadap Buddha Dharma, terlebih dahulu berbakti terhadap Guru. Terhadap Guru saja anda belum berbakti, bagaimana anda bisa berbakti terhadap Buddha? Bukankah begitu?

Setiap sadhaka harus mempunyai seorang guru, memperoleh abhiseka dari guru, dan mendapatkan perlindungan dari garis silsilah guru tersebut. Kemudian barulah sepenuh hati berbakti dan menjalankan ajaran guru. Tentu nya tidak semua guru adalah benar, namun meskipun guru anda adalah salah, dalam Tantrayana tidak diperbolehkan menghina guru, apalagi membicarakan keburukan Nya dari belakang. Apabila benar guru anda adalah salah, maka tinggalkan guru anda dengan baik-baik, dan tidak diperbolehkan memarahi dari belakang dan sebagainya. 

Dalam Sastra Cina ada 1 kalimat kuno, "Sehari menjadi guru, Seumur hidup menjadi Ayah". Maksudnya adalah masyarakat cina kuno sangatlah menjunjung tinggi posisi guru dalam hati dan hidup mereka. Untuk mendapatkan seorang Guru yang bijak sungguh sulit. Karena itu apabila mereka mendapatkan 1 guru, maka akan di perlakukan dan di hormati seperti ayah kandung sendiri. Guru apapun itu, guru silat, guru sastra, guru pelajaran, hingga guru spiritual, hendaknya kita sepenuh hati berbakti kepada beliau, karena beliau telah memberikan kita pelajaran berharga, pengalaman hidup yang semuanya tidak bisa kita dapatkan dengan uang semata, bukan kah begitu?

Dalam Tantrayana juga begitu, guru adalah seorang yang harus kita hormati. Dari jaman tibet kuno, semua sadhaka sangatlah berhati-hati dalam memilih guru yang benar-benar bijak dan yang bisa membimbing mereka. Dan asalkan sudah menemukan nya, maka mereka tidak akan memiliki keraguan lagi. Sepenuh hati dengan tulus berbakti dan percaya serta menjalankan semua ajaran nya tanpa bertanya. Karena disaat seorang guru memberikan kita 1 perintah, tentu ada maksud tertentu nya, kita tidak lah perlu bertanya alasan nya. (dalam Tantra Tibet kuno, bertanya yang tidak di beritahukan berarti tidak menghormati dan tidak mempercayai).


Untuk mendapatkan Dharma sejati, tentu nya itu sangat sulit, benar-benar sulit. Namun untuk mendapatkan Guru sejati, jauh lebih sulit lagi. Karena di saat anda menemukan Guru sejati, secara otomatis anda juga telah mendapatkan Dharma sejati nya, bukankah begitu?

Nah, sudahkah anda berbakti terhadap guru anda? sudahkah anda benar-benar tulus menjalankan setiap ajaran Nya? Masih kah ada keraguan di antara anda dengan guru anda? Jawaban ini hanya perlu anda jawab di dalam hati saja. 

Apabila belum, segera lah berbakti terhadap guru. Dengan kita menghargai, menghormati, bahkan berbakti terhadap guru, itu sama dengan kita sudah benar-benar berbakti terhadap Para Buddha. 


Dulu saya juga mempunyai seorang guru, beliau memperkenalkan saya kepada Tantra, mengajarkan saya berbagai macam teknik, dan Sadhana. Tanpa beliau, tentu nya tidak ada saya yang sekarang. Beliau adalah seorang yang sangat misterius, kadang serius, kadang kekanak-kanakan, kadang pemarah. Beliau selalu sulit di tebak. Saya pernah sekali meragukan kemampuan dan kebijaksanaan nya. Itu membuat saya sampai sekarang tetap merasakan penyesalan luar biasa setiap mengingat kejadian tersebut. Hingga sekarang saya merasa meragukan beliau adalah kesalahan terbesar yang pernah saya lakukan. 
Jadi jangan lagi mengulang kejadian yang sama. Mendapatkan seorang guru tidak lah mudah, anda tidak akan pernah tahu betapa beratnya menjadi seorang guru hingga suatu saat anda sendiri menjadi salah satu dari itu. 

Mari lah kita bersama-sama berbakti terhadap guru kita masing-masing. Berharap beliau menunda Parinibbhana-Nya, agar dapat terus membimbing kita mencapai pencerahan.

Sunday, April 21, 2013

Dharma, Sukha Sejati yang Kita Cari

Seorang wanita bertanya kepada pacar nya, "apakah kamu mencintai ku?", pacar nya menjawab "dengan sepenuh hati, bumi dan langit bisa menjadi saksi percintaan kita berdua". Namun, 3 minggu setelah kejadian itu, wanita itu putus dengan pacarnya karena pacarnya berselingkuh dengan gadis lain. Pacaran yang awalnya sangat bahagia, indah dan manis, kini menjadi suram, menyedihkan, dan pahit rasa nya. Perubahan dalam kebahagiaan dan penderitaan terus terjadi, hanya saja kita belum menyadari nya. 

Sebenarnya kejadian seperti ini benar-benar sangat sering sekali terjadi. Awalnya kita mengejar 1 hal karena merasa apabila sudah mendapatkan nya, kita akan bahagia. Tapi belum tentu, mungkin setelah sudah memiliki nya, kita malah ingin melepaskan nya. Membingungkan bukan? namun itu lah manusia. 

Sukha (kebahagiaan) dan Dukkha (penderitaan) selalu saling melengkapi. Sukha akan datang setelah Dukkha, dan selalu bergantian seperti itu terus. Namun apakah selama ini yang kita rasakan sudah benar-benar bahagia? Pernah kah anda benar-benar merasakan yang nama nya Bahagia? Seperti apa rasa bahagia itu? Sulit di deskripsikan bukan? 

Berparas tampan/cantik dan mendapatkan pacar idaman kita. Apakah kebahagiaan seperti itu kah yang kita inginkan? Apakah anda benar-benar bahagia?
Hidup berkelimpahan harta, kekayaan yang tidak akan pernah habis. Apakah itu membuat kita bahagia? Apakah anda benar-benar bahagia? 
Mempunyai tahta yang tinggi, kekuasaan yang besar. Apakah itu membuat kita bahagia? Apakah anda benar-benar bahagia?
Kekuatan luar biasa, bahkan ini juga belum tentu menggaransi kan kita kebahagiaan. 

Mempunyai seorang pacar yang luar biasa cantik/tampan nya, kita tidak akan luput dari kecemburuan, karena kita merasa takut, takut akan kehilangan nya...
Begitu juga dengan harta dan tahta, setiap saat akan hidup dalam penuh ketakutan, takut semua kekayaan dan kekuasaan, kedudukan kita akan di rebut, di rampas, sehingga hidup menjadi penuh kecurigaan. Mencurigai semua orang di sekitar, termasuk keluarga sendiri. Hidup yang seperti itu, bahagia kah anda? 

(tanya saja pada hati sendiri)

Lantas kalau itu juga bukan kebahagiaan sejati, apakah itu Sukha yang sejati? 

Tentu hidup tanpa rasa aman, penuh ketakutan, kita bahkan tidak dapat menjalani aktifitas hidup seperti biasanya, bagaimana pula bisa bahagia?. Maka cari lah sesuatu yang benar-benar dapat membuat kita bahagia. Suatu kebahagiaan mutlak yang tidak akan pernah bisa di rebut oleh orang lain, kebahagiaan mutlak yang tidak perlu takut akan kehilangan. 
"Dharma". 
Yah, hanya sangat simple, sederhana. Menikmati Dharma, menerima, memperoleh, hingga mengerti akan Dharma, itu lah titik hidup paling membahagiakan. Dharma tidak memaksa apa-apa, Dharma tidak memeras apa-apa, Dharma itu fleksibel, Dharma itu relastis, Dharma itu indah setiap saat. Asal kita bersedia tulus menghormati, dan menjalani, mempraktekkan Dharma di kehidupan sehari-hari, maka kita sudah dekat dengan Dharma. 

Dharma tidak harus di peroleh di Vihara, dari Ceramah Dharma, namun Dharma berada di sekitar kita, di kehidupan sehari-hari kita. Tidak percaya? Coba renungkan dengan sendiri nya, setiap hari kita bertemu dengan  sangat banyak hal, namun pasti ada beberapa hal yang dapat membuat kita sadar sedikit, mungkin membuat kita tahu akan kesalahan kita. Itu lah Dharma.... Selama anda benar-benar percaya, maka dia akan ada. Selama anda tulus serius menaati, maka dia lah Sila. Cukup sederhana bukan? 

Kebahagiaan dalam memperoleh Dharma, bahkan mengerti adalah sangat luar biasa. Melebihi segala kebahagiaan yang selama ini kita sangat berusaha kejar. Indah bukan? 

Selama ini, kita selalu mengejar mereka yang tidak ada ujung nya, mengejar yang sia-sia, yang pada dasar nya hanya membuang-buang waktu. Anda mempunyai seorang pacar, anda harus takut akan kehilangan dia, maka anda membatasi kehidupan nya dengan orang lain, disana anda telah mengekang nya sangat erat. Karena anda takut kehilangan nya, anda mengikat nya dengan erat, namun tahu kah anda apabila tangan terlalu menggenggam erat pasir, maka yang terjadi adalah pasir akan keluar dari sela-sela jari tangan? 
Tidak lama lagi, pacar anda putus dengan anda, anda patah hati, masih bahagiakah anda? 
Bukankah itu sia-sia? Dan kalau anda merenungkan nya, mungkin hal lain juga akan berakhir seperti ini.

"Disaat anda mengira anda telah memiliki nya, sebenarnya anda telah benar-benar kehilangan"

Segala sesuatu di dunia ini selalu tidak kekal dan berubah-ubah. Tidak ada yang tetap dan tidak berubah. Pohon akan tumbang, laut akan kering, dan kita akan meninggal juga. Lantas mengapa kita harus mengejar mereka yang kita bahkan tidak ada hak untuk memiliki? 

Namun "Dharma" tidak lah berubah, Dharma adalah ajaran tetap Sang Buddha. Selama anda benar-benar tulus mempercayai nya, anda akan mencapai kebahagiaan sejati. 

Semoga membantu memecahkan permasalahan banyak orang. Sebenarnya asal kita belajar ingin tahu, dan selalu bersyukur, tidak akan ada penderitaan lagi. Karena dalam kondisi apapun, anda telah mensyukuri nya, bukan kah itu indah?  ^.^

"Om Sarasidhi Hring Hring"
"Om Ah Hum Benzra Guru Padma Siddhi Hum"

Friday, March 15, 2013

Sadhana, Past life, dan Dharma

Banyak manusia mengira sebenarnya hidup ini singkat, kita hanya harus menghargai hdiup ini, hidup dengan jalan benar, dengan peraturan yang benar, maka sudah tidak sia-sia. Namun masih banyak juga mengira sebenarnya hidup ada di kehidupan lampau kita (masa lalu), jadi kita hidup bukan sekali ini saja... Apakah benar ada masa lampau? 
Kali ini, saya akan mencoba mengulas tentang masa lalu dari kehidupan kita. Tentunya kehidupan lampau itu ada, kenapa tidak? Bila tidak ada kehidupan lampau, dari mana juga ada nya kita? Bagaimana pula kita bisa disebut manusia, sementara ada makhluk lain seperti peta (hantu), raksa (raksasa), yaksa yaksi, bahkan dewa dan brahma... Setelah ini mungkin ada banyak orang yang penasaran dan ingin mengetahui sebenarnya di kehidupan lampau nya dia adalah siapa? dia adalah apa? dan apa yang dia perbuat hingga sekarang bisa menjadi seperti ini. Kehidupan lampau adalah suatu misteri yang bisa dikatakan tidak semua manusia harus tahu, namun apabila anda sudah tahu kehidupan lampau anda, tidak berarti anda harus pasrah dengan kehidupan seperti itu. 

Berikut saya beri 1 kisah tentang seorang teman dan kehidupan lampau nya.
Teman saya ini semasa hidup sungguh beruntung, keuangan berkecukupan, mau apa ada apa, sekolah di sekolah terbaik di kota nya, juga mendapatkan pendidikan terbaiknya, hingga berumur 18 tahun, dia sudah sempurna sebagai seorang pria dan bukan seorang anak lagi. Karena dia telah menerima apa yang di perlukan nya, saat itu dia beranjak meninggalkan rumah untuk ke luar negeri berlibur. Di sana si pria ini bertemu dengan seorang gadis cantik jelita, terpikat oleh kecantikan duniawi nya, dia pun perlahan-lahan berubah. Dalam waktu yang sangat singkat saja, dia telah menghabiskan sebagian besar dari harta nya untuk gadis tersebut, dia telah berubah dari sikap luar hingga dalam, bahkan melupakan kalau dia harus pulang. Waktu berputar sangat cepat, suatu hari dia dapat kabar kalau orang tua nya di rampok, dan meninggal dunia mengenaskan, namun dia sama sekali tidak sedih, karena baginya itu sudah tidak penting.
"Hidup di temani gadis cantik, setiap bangun pagi dapat melihat senyum manis nya, tidak ada aturan, itu lah surga", dia pernah berkata seperti itu. Sungguh manusia yang bodoh, terpikat akan keduniawian yang sama sekali tidak kekal. Karena penasaran saya mencoba mencari tahu informasi nya dan mulai melihat kehidupan lampau nya. Ternyata di salah satu kehidupan lampaunya dia pernah menjadi seorang bhikkhu, menaati sila, dharma, dan hampir mencapai 1 pencapaian, itu semua mengakibatkan di kehidupan ini dia sangat beruntung, sangat kaya dan bahagia. Namun karena dia terpikat dengan ketamakan duniawi, berencana ingin menjadi bhikkhu ter-agung, dia pun mulai lari dari Dharma, mensiasati satu per satu bhikkhu, untuk memperoleh penghargaan negara bahwa dia bhikkhu teragung, bahkan dia melakukan pemfitnahan dan pembunuhan melalui mulut. Orang seperti ini sama sekali sudah bukan praktisi dharma, apalagi bhikkhu agung. Karena itu di kehidupan ini dia juga terayu dengan wanita, dan kehilangan semua yang dia miliki...

3 tahun kemudian, saya bertemu dengan dia, ternyata dia telah berubah, berpakaian compang camping, tidak makan telah sangat lama, menjadi sangat kurus, dan berpenyakitan, mengemis di jalan, tidur di jalanan.. Terakhir saya baru tahu ternyata wanita yang di puja-puja nya itu juga telah memeras semua hartanya dan meninggalkannya.. Sungguh kasihan hidup seperti itu, saya cukup paham perasaan nya saat itu, namun apa boleh buat, itu sudah karma nya. Karma dari kehidupan lampaunya yang berbuah di kehidupan ini. Saya menganjurkan nya menjapa mantra, semoga saja bisa terkikis karma nya dan dapat pertolongan. Di kehidupan lampau dia juga pernah sebagai seorang Bhikkhu, tentunya ada sedikit jodoh dengan Buddha dharma, saya menganjurkan menjapa mantra "Bunda Tara Hijau". Tara adalah yidam yang agung, menolak menjadi Buddha hanya untuk menyelamatkan umat manusia di dunia fana. Dengan mantra hati Nya "Om Tare Tuttare Ture Svaha". dia mencoba menjapa nya, dan kembali lagi saya berpisah dengan nya. 
4 hari kemudian saya mendengar kabar dia telah meninggalkan dunia. Ternyata karena penyesalan nya atas semua yang dia perbuat, dia bersungguh-sungguh memohon pertolongan dari Bunda Tara, Bunda pun menjemput nya, saat ini dia kembali terlahir lagi sebagai seorang brahma penjaga mustika Bunda Tara. Alangkah baiknya itu. 

Sebenarnya kehidupan itu sungguh lucu, namun baik apapun kehidupan lampau kita, asalkan setiap kehidupan kita dapat menghindari karma-karma buruk, dan terus mempraktekkan dharma sehari-hari, maka Yidam dan Para Buddha tidak akan pernah meninggalkan kita. Setiap saya mengalami kesulitan dalam menjalani kehidupan ini, saya juga terus memohon pertolongan dari Atas. 
Smoga Tara terus memancarkan kasih tiada tara.
Smoga semua makhluk terus mempraktekkan dharma sehari-hari.
Om Tare Tuttare Ture Svaha. Namaste

Tuesday, October 16, 2012

Disaat Bertemu Kematian

Beberapa saat lalu, pernah ada seorang pria muda bertanya pada saya tentang keabadian di dunia ini. "Adakah keabadian di dunia ini? saya merasa hidup ini sangat singkat, dan merasa masih banyak hal yang belum sempat dilakukan di dunia ini, ingin rasa nya hidup lebih lama lagi, mungkin 100 atau 200 tahun lagi". Mendengar pertanyaan ini, saya tidak dapat menahan tawa dan berkata, "Jika anda abadi dan hidup selama 200tahun, apakah anda benar-benar merasa bahagia? Disaat semua orang-orang di sekitar anda sudah tiada, tinggal anda sendiri hidup kesepian di dunia ini, apakah anda akan benar-benar bahagia?". 
Pria tersebut terdiam sejenak dan kembali berkata, "lalu saya harus bagaimana agar saya dapat meninggalkan dunia ini tanpa sedikitpun penyesalan?". 
Saya menjawab; 
                             "Hidup sebagaimana mestinya anda hidup, jalani semua kegiatan anda sebagaimana mestinya harus berjalan. Tidak melihat kebelakang tentang apa yang sudah terjadi, juga tidak terlalu melihat atau memikirkan apa yang akan terjadi. Biarkan semua berjalan secara alami. Dan mencoba bersyukur serta menghargai segala sesuatu yang ada, setiap orang di sekitar. Maka disaat waktu habis, tidak akan ada yang perlu di sesalkan lagi."

Yah, disaat seseorang menghadapi kematian nya, kita akan merasa takut, dan merasa waktu kita belum saat nya habis, namun kematian tetap tidak dapat dihindari. Setiap insan akan mengalami ajal nya, dan setiap makhluk akan meninggal. Ini lah hidup. 

Hidup lah dengan tidak bersalah, tidak bersalah terhadap orang lain, tidak bersalah terhadap langit dan bumi juga terhadap Para Buddha, maka kematian sesungguhnya tidak perlu kita takuti. Biarkan segala sesuatu berjalan secara alami. 

Tidak ada yang dapat menghindari kematian, selagi anda berada di sini, karena inilah alam manusia.

Bagi mereka yang suka berdana, ,melakukan amal, berbakti terhadap orang tua dan guru, yang sebagai kakak dapat menyayangi adik-adik nya. Yang sebagai adik, menghargai kakak nya. Sebagai ayah dapat melakukan tanggung jawab sebagai ayah, sebagai ibu juga dapat menjalankan semua kewajiban nya, di saat kematian hadir, mereka akan terlahirkan ke alam yang bahagia. Penuh suka cita, dan tidak terlahirkan kembali di dunia ini. 

Bagi mereka yang suka berbohong, melakukan pembunuhan, penganiayaan, mengambil yang bukan miliknya, memaksa untuk menyalurkan nafsu seksualnya, bermalas-malasan disaat masih ada waktu, menghamburkan waktu yang ada, dan yang setiap hari hidup dalam ketidaksadaran, akan terlahirkan ke alam rendah, neraka, mungkin neraka Avici.
Setelah dari sana, juga akan terlahirkan sebagai peta kelaparan (hantu kelaparan), Yaksa (para Siluman), Raksa (raksasa), Binatang, dan meski terlahirkan sebagai manusia pun, akan terlahir sebagai yang cacat fisik atau cacat mental, terlahir dengan latar belakang keluarga tidak bagus, dan lain sebagainya yang buruk.

Maka disini saya sarankan, hindari lah melakukan karma buruk, mengatakan kata-kata kasar juga sebuah pelanggaran sila, dan kita tidak akan pernah tahu sudah berapa banyak sila yang kita langgar dalam 1 hari.  Saya anjurkan setiap insan  Sadhaka maupun umat biasa, dapat terus menjapa mantra...

Sutra Raja Agung Avalokitesvara Bodhisatva

Ini termasuk salah satu sutra yang dapat mengikis karma buruk, perbanyak melafalkan mantra hati nya.

-Om Li Po Li Po Ti, Ciu He Ciu He Ti, Tuo Luo Ni Ti, Ni He Luo Ti, Pi Li Ni Ti, Mo He Cia Ti, Cen Ling Cian Ti SuoHa. (7x)

Namaste
Svati Hotu


Wednesday, June 20, 2012

Dewa Bumi Membantu Saya

Tahukah engkau apa itu Dewa Bumi? Siapa kah beliau? Seberapa tinggi kah keahlian beliau? Pernah kah engkau menghormati Nya?
Tanyakan di dalam hati kita masing-masing. Dan saya berharap setelah anda membaca posting ini, anda akan ada sedikit perubahan pandangan terhadap Dewa yang satu ini.

Yah, kita sering kali menganggap remeh terhadap Dewa Bumi, merasa beliau adalah dewa rendahan yang tidak mempunyai kemampuan apapun. Karena itu juga kita sering kali tidak menghargai Nya, mengabaikan nya begitu saja. Namun tahukah anda bahwa Dewa Bumi juga adalah seorang Dewa?

Pernah ada 1 kejadian seperti ini, seorang anak lelaki yang masih berumur 10 tahun tengah bermain bola sendirian di dalam rumah, tanpa sengaja bola tersebut di tendang dan menuju altar dewa Bumi, bahkan menabrak nya dan menjatuhkan papan nama Dewa Bumi. Anak ini hanya merasa cuek, dan memungut kembali bola tersebut tanpa memperbaiki kembali altar Dewa Bumi. Tak berapa lama lagi anak ini mengalami sakit panas luar biasa. Orang tua nya merasa sangat khawatir, telah berobat ke dokter juga, tapi tidak membuahkan hasil apa-apa. Akhirnya mereka mencoba bertanya ke salah satu orang pinter kenalan temen dari ibu nya. Orang pinter ini adalah orang kita Tionghua, dengan kekuatan nya dia pun melihat dan kemudian mengatakan kepada kedua orang tua anak nya "anak anda pernah sangat tidak menghargai, tidak menghormati dewa Bumi di rumah anda, anda harus mewakili anak anda untuk meminta maaf terhadap dewa Bumi. Kemudian coba baca mantra dewa Bumi 108x."

Maka si ibu melakukan yang di anjurkan oleh orang tersebut, meminta maaf terhadap dewa Bumi atas nama si anak dan membacakan mantra dewa bumi sebanyak 108x, tak berapa lama kemudian si anak pun sehat dengan sendiri nya. Dari sana si anak tahu kesalahan sendiri, dia pun setiap malam membaca mantra dewa Bumi sebanyak 108x di depan altar dewa Bumi. Kejadian ini berlanjut hingga bertahun-tahun, 3 tahun setelah kejadian itu, suatu hari si anak tidak berhati-hati di jalanan, hampir terjadi kecelakaan, di depan nya ada sebuah truk minyak yang hampir menabrak nya, si anak dalam keadaan yang sangat takut tidak lagi berpikir untuk lari, langsung memejamkan mata dan membaca beberapa kali mantra dewa bumi. Keajaiban pun terjadi, si anak melihat dengan sendirinya bahwa Dewa Bumi muncul di hadapan nya dalam sosok seorang pria yang sedikit tua sambil tersenyum kepada si anak, tiba-tiba truk di depan hilang dengan sendiri nya seperti tidak terjadi apa-apa. Si anak menceritakan kejadian ini kepada kedua orang tua nya, kedua orang tua nya langsung percaya dan mengucap banyak terima kasih kepada dewa Bumi.

Sebenarnya kejadian seperti ini sangat lah wajar, ini memiliki teori sama dengan prinsip kita sebagai manusia. Bila kita menghargai orang, menghormati, otomatis mereka akan membantu kita disaat kita kesusahan, tapi apabila kita tidak menghargai orang tersebut, suatu saat cepat atau lambat kita akan menerima karma nya. Manusia saja bisa begitu, apalagi kalau kita menghargai seorang Dewa. Dewa Bumi meski bukan dewa tinggi, beliau adalah seorang dewa yang mengatur dan menjaga keseimbangan bumi, keseimbangan dunia, namun beliau juga adalah seorang dewa. Tentu kita patut menghormati beliau. Sudah banyak kejadian yang terjadi akibat tidak menghormati dewa Bumi, seperti karena perkataan paranormal, seorang ibu membongkar altar dewa Bumi rumah nya dan membuang nya, malam itu juga rumah ibu tersebut terbakar, dan masih banyak lagi kejadian lainnya.

Saya sendiri juga disaat paling susah dalam masalah keuangan sering menjapa mantra dewa bumi dan ternyata berhasil melewati kejadian dan rintangan tersebut. Dewa Bumi benar-benar membantu saya. Bagaimana dengan anda?

Marilah kita bersama-sama menghormati setiap dewa dengan tulus, ketulusan kita suatu saat akan membuat semua keinginan kita terkabulkan, saya sendiri sudah mencobanya.

Mantra Dewa Bumi : Namo Samantho Mothonam, Om Tulu Tulu Tiwei Svaha...

Dewa Bumi memberkati kita semua... Sadhu sadhu sadhu..

Tuesday, June 19, 2012

Agama Buddha Jaman Sekarang

Posting kali ini di beri judul Agama Buddha Jaman Sekarang, pasti banyak yang bertanya, ada apa dengan Agama Buddha jaman skrg ini? Apakah berubah? Atau bagaimana? 
Saya akan mencoba mengulas balik, apa itu agama. Pada dasarnya agama itu bisa dikatakan sebagai suatu aturan. Aturan-aturan religi yang mengarahkan kita ke jalan yang lebih baik. Aturan yang dapat membawa kita menuju jalan kebahagiaan abadi. Saya bisa mengatakan agama mendasari 1 hal paling penting, yaitu kebebasan. Yah, kebebasan untuk memilih agama apa yang kita ingin anut, agama apa yang ingin kita tekuni, perdalam, dan menjalankan ajaran-ajaran nya. 

Kita ketahui bahwa jaman sekarang ini agama berkembang dengan sangat pesat, dan telah terbagi menjadi sangat banyak jenis agama dengan ajaran nya yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama, yaitu mencapai tanah kebahagiaan abadi, atau yang lebih dikenal dengan surga. Di antara agama-agama ini lah telah ada dari dulu Agama Buddha. Saya tidak mengatakan agama selain agama Buddha adalah buruk, karena saya percaya semua agama tetep mengajarkan kebaikan, bertujuan sama, hanya saja cara pengajaran nya mungkin berbeda sehingga terjadinya konflik antar suku, antar ras, dan antar agama. 

Mengapa kita harus mempunyai satu agama? Apakah ada masyarakat yang tidak menganut agama apapun? 
Tentu kita sebagai manusia seharusnya memilih dan menganut 1 agama pilihan kita sendiri. Agama yang menurut kita paling cocok ajaran nya. Seperti saya pribadi, juga menganut agama Buddha dari kecil, dan saya percaya tidak akan berubah. Masyarakat yang tidak menganut agama apapun juga banyak sekarang ini. Orang seperti itu di beri istilah "Ateis" (tidak beragama). Tentu kita tidak bisa menjudge orang apabila mereka memilih menjadi seorang ateis atau tidak beragama. Namun pada dasar nya manusia seharusnya memiliki satu agama. Karna dengan agama lah kita dapat mengetahui yang tidak bisa kita ketahui dari sisi sains. Dan dari agama baru terdapat ajaran-ajaran budi pekerti, dan ajaran lainnya yang dapat menuntun kita mencapai kebahagiaan sejati dan terlepas dari penderitaan duniawi.

Namun jaman sekarang ini terjadi hal-hal yang memprihatinkan, tak lain adalah banyak terjadinya perpindahan agama, saya pribadi merasa itu adalah hal konyol. Seorang umat beragama Buddha karena alasan tertentu tiba-tiba berpindah agama menjadi agama Kristen, dan mungkin sebaliknya. Kejadian ini telah sering terjadi, dan mungkin di sekitar kita juga ada kejadian seperti ini. Kalau pendapat saya sendiri, ini di karenakan iman yang tidak kuat dan kepercayaan terhadap agama nya yang masih rendah. Tidak mengerti dengan agama yang di anut, baru bisa terjadinya perpindahan agama. Tentu saya sangat berharap semua orang yang beragama, apapun agama yang anda anut, percayai lah, jalankan lah, dalami lah ajaran tersebut. Baru akan membuahkan hasil nya suatu saat kelak.

Kembali ke topik utama, apa yang terjadi dengan agama Buddha? Kita ketahui agama Buddha juga masih terbagi lagi menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah Buddhist Tantrayana yang saya anut ini. Kini saya melihat umat-umat beragama Buddha pada umumnya adalah mencari jalan pintas. Maksud saya mencari jalan pintas adalah mereka yang beragama Buddha akan mempercayai Buddha apabila Buddha mengabulkan keinginan duniawi mereka, apabila Sang Buddha tidak mengabulkan nya, dan mungkin "dukun" dapat mengabulkan, apakah mereka langsung akan beragama Dukun? Ini tentu adalah suatu hal konyol bagi saya. Pernah ada suatu kejadian. Teman saya sendiri adalah seorang Sadhaka yang tekun dan rajin, setiap harinya dia mempraktikkan ajaran-ajaran tantra. Tiba-tiba suatu hari dia kehilangan HP Blackberry nya, dia mencari saya bermaksud memohon bantuan agar saya mencari Hp nya yang hilang tersebut, tentu saya tidak mempunyai kemampuan seperti itu. Saya menasehati nya dengan Dharma, agar mengikhlaskan apa yang sudah pergi. Namun sayangnya temen saya ini tidak mengerti. Suatu hari teman saya ini mempunya teman lain yang menganjurkan nya mencari seorang dukun kenalannya, yang membuat saya tidak habis pikir adalah dia yang seorang Sadhaka akhirnya mempercayai nya dan mengikuti untuk mencari dukun. Ini sungguh sangat konyol. 
Saya tidak bisa berkomentar terlalu banyak terhadap hal seperti ini. Yang ingin saya katakan adalah ternyata tidak semua umat yang rajin bersembahyang, bermeditasi, sungguh mengerti makna sadhana itu apa. Ini sungguh mengecewakan dan menyakitkan hati. Namun fakta ini sudah menyebar luas. Perhatikan lah sekitar mu, terdapat banyak umat Buddha yang ada hanya bersembahyang dupa, ada yang hanya memberi hormat sekedarnya, ada yang bahkan tidak menggubris Rupang Sang Buddha bila memasuki Vihara, ada yang begitu bersembahyang dupa langsung memohon permintaan-permintaan yang tidak masuk akal, seperti :Oh Buddha, bila Anda bener-bener sakti, maka berikan lah saya satu mobil BMW hitam model terbaru, saya ingin melihat mobil tersebut di depan pintu rumah saya besok, bila anda benar bisa mengabulkan nya, saya akan membakar banyak dupa untuk Mu". Dan hal konyol seperti ini bukan hanya sekali.
Banyak Umat Buddha yang sama sekali masih tidak mengerti Ajaran Dharma yang sebenarnya, membuat doa permohonan yang sebenarnya itu sebenarnya adalah pasrah terhadap hasil, tidak memohon hasil, tapi mempercayai dengan seratus persen bahwa akan ada keajaiban. Dan coba kita pikirkan, apabila kita tidak berusaha sendiri, akankah Uang atau Mobil jatuh sendiri dari angkasa? Bila sungguh bisa seperti itu, saya rasa saya orang pertama yang akan melakukan permohonan seperti itu. hahaha

Jadi saya berharap kepada semua umat Buddha, dalami apa itu ajaran Dharma sejati. Jangan hanya menjadi umat Buddha jadi-jadian saja. Kita semua tentu tidak ingin hanya seperti ini saja bukan? Tentu ingin terbebas dari Dukkha, dari Samsara ini. Untuk yang Tantrayana, jangan lepaskan Sadhana anda. Saya dengan sepenuh hati berharap dan menantikan adanya perubahan dalam kehidupan kita semua. ^^

Ingatlah satu hal, selama anda memilih, mempercayai nya dengan sepenuh hati, cepat atau lambat, keajaiban akan terjadi. Mungkin suatu saat keinginan anda akan terpenuhi. 
NB: saya sendiri sudah membuktikan nya, U wanna Try? HAHAHA

Saddhu Saddhu Saddhu...